Resources

Cari Blog Ini

0 Mounting File System

Jumat, 13 Juli 2012
Apa itu Mount?
Mount adalah perintah yang digunakan untuk membuka sebuah device yang akan digunakan. Di Linux, sebuah device disimpan sebagai folder di direktori /dev, dan untuk membukanya dilakukan proses Mounting yakni proses mengaitkan sebuah sistem device pada sebuah struktur direktori utama yang sedang dipakai. Device yang dimaksud disini adalah Hardisk. Penting diketahui tentang Penamaan partisi hardisk pada OS Linux, silahkan baca ini, Analogi Partisi dengan Struktur Direktory Linux.
Sebagai contoh saya akan mengaitkan sebuat flashdisk ke direktori /home/project55. Untuk lebih jelasnya lihatlah perintah dan hasil screen dibawah ini.
perintah dari : mount -t vfat /dev/sdb1 /home/project55

Bila /etc/filesystems tidak ada, atau berakhir dengan * tunggal pada baris terakhir, maka
mount akan membaca / proc / filesystem. Untuk lebih jelasnya lihatlah output dibawah ini.
perintah dari : cat /proc/filesystems | grep -v ^nodev

Sedangkan perintah untuk umount atau melepas kaitan partisi dengan filesystem maka perintahnya adalah.
perintah dari : umount /home/project55
setelah itu untuk menampilkan filesystem yang telah terkait dengan partisi, hal ini bertujuan untuk mengetahui partisi mana yang termount dengan filesystem. Untuk melihatnya lihatlah pada file /etc/mtab atau /proc/mounts.
perintah dari : nano /etc/mtab

Cara paling sederhana dan paling umum untuk melihat semua partisi yang termount adalah dengan mengetikkan perintah dibawah ini.
perintah dari : mount | grep /dev/sdb1

Kernel menyediakan info di /proc/mounts dalam bentuk file, tapi /proc/mounts tidak
ditemukan sebagai sebuah file di hard disk. Didalam file /proc/mounts digunakan untuk melihat informasi yang datang langsung dari kernel.
perintah dari : cat /proc/mounts | grep /dev/sdb

File /etc/mtab adalah file yang digunakan untuk melihat titik kait partisi.
  perintah dari : cat /etc/mtab | grep /dev/sdb

perintah df digunakan untuk menampilkan sisa ruang penyimpanan yang ada pada harddisk
berdasarkan partisi yang ada, cara penggunaan:
perintah dari : df

    Used menunjukkan jumlah yang sudah digunakan, Avail menunjukkan sisa ruang yang masih tersisa dan Use% menunjukkan prosentase ruang yang sudah digunakan.Perintah df dengan menambahkan opsi -h akan menampilkan hasil yang mudah dibaca.
perintah dari : df -h

Perintah du digunakan untuk melihat ukuran sebuah direktori tertentu. Contoh penggunaannya :
perintah dari : du

perintah diatas akan menampilkan daftar direktori yang ada di dalam direktori tempat dimana perintah itu dijalankan beserta dengan ukurannya masing-masing dalam kilobyte,contoh tampilannya :
Perintah du dengan menambahkan opsi -h akan menghasilkan tampilan yang lebih mudah untuk dibaca. Paramater -h diartikan sebagai human readable format. Ukuran file yang ditampilkan akan diakhiri huruf K untuk Kilobyte, M untuk Megabyte, dan G untuk Gigabyte.
perintah du -ah akan menampilkan tidak hanya ukuran direktrori tapi juga beserta daftar nama file dan ukurannya.
perintah dari : du -ah /home/rafika/Unduhan/

     ro “ro”(read only) hanya mengijinkan pengguna untuk membaca isi partisi tersebut, tidak dapat melakukan perubahan.
perintah dari : mount -t ext2 -o ro /dev/hdb1 /home/project55
perintah dari : touch /home/project55/test

     exec dan noexec “exec” memungkinkan pengguna untuk menjalankan binary atau file-file executable yang tersimpan pada partisi. sedangkan “noexec” sebaliknya.
perintah dari : mount -t vfat -o noexec /dev/sdb1 /home/project55/
perintah dari :  cp /bin/cat /home/project55/
perintah dari :  /home/project55/cat /etc/hosts
perintah dari : echo echo hello > /home/project55/helloscrip
perintah dari : chmod +x /home/project55/helloscript
perintah dari :  /home/project55/helloscript

nosuid – Menonaktifkan set-user-identifier atau set-group-identifier bit. This prevents remote users from gaining higher privileges by running a setuid program. Hal ini untuk mencegah pengguna jauh dari mendapatkan hak istimewa yang lebih tinggi dengan menjalankan program setuid.
perintah dari : mount -o nosuid /dev/sdb1 /home/project55/
perintah dari :  cp /bin/sleep /home/project55/
perintah dari : chmod +x /home/project55/sleep
perintah dari : ls -l /home/project55/sleep

Namun pengguna atau user tidak dapat memanfaatkan fitur setuid.

noacl – Mematikan semua proses ACL. This may be needed when interfacing with older versions of Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Linux, or Solaris, since the most recent ACL technology is not compatible with older systems. Hal ini mungkin dibutuhkan saat berinteraksi dengan versi Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Linux, atau Solaris, karena teknologi ACL paling baru tidak kompatibel dengan sistem lama.
berikut daftar opsi mountin partisi linux:
- user dan nouser : “user” adalah opsi mount yang memungkinkan semua user biasa untuk me mount partisi, sedangkan “nouser” hanya mengijinkan super user (root) yang boleh melakukan mount partisi tersebut.
- rw : “rw”(read write) mounting partisi dengan akses baca tulis saja
- sync : opsi ini menentukan input dan output ke sistem berkas dilakukan serempak, misal saat me-copy file kedalam flash disk dengan opsi “sync” maka perubahan fisik dilakukan pada saat yang sama.
- async : berkebalikan dengan sync, saat melakukan copy kedalam flash disk dengan opsi “async” maka perubahan fisik dilakukan setelah perintah copy, dan jika anda melepas media tanpa unmount maka data yang anda copy bisa hilang.
- default : jika menggunakan opsi default maka yang opsi mount yang akan digunakan adalah “rw, suid, dev, exec,auto, nouser, and async”
- auto dan noauto : “auto” adalah opsi mount yang memungkinkan partisi di mount secara otomatis saat boot, sedangakan “noauto” sebaliknya, anda harus me mount secara manual setiap setelah booting.
Practice mounting partitions
1. mount atau kaitkan partisi yang berukuran kecil 200MB ke direkttori atau folder /home/project22. Gunakanlah perintah mount.
perintah dari : mkdir /home/project22
perintah dari : mount -t ext2 /dev/sdb1 /home/project22/

partisi yang berukuran kecil yang berukuran 200MB adalah partisi primari, namun kali ini dikaitkan dengan folder /home/project22. Jadi file yang berada di partisi /dev/sdb1 telah terkait di direktori /home/project22. Tapi secara fisik file tersebut berada di direktori /dev/sdb1.
2 . kaitkan partisi besar dengan ukuran 400MB ke direktori /mnt. Setelah itu salinlah file /etc ke dalam /mnt. Kemudian kaitkan partisi ke folder /srv/mfs/salesnumber. Dengan catatan direktori tersebut  telah ter-readonly.
perintah dari : mount -t ext2 /dev/sdc1 /mnt/
perintah dari : umount /mnt/
perintah dari : mount -t ext2 -o ro /dev/sdc1 /srv/nfs/salesnumber

Partisi yang berukuran besar dengan kapasitas 400MB adalah partisi primari, namun kali ini dikaitkan dengan direktori /mnt. Lalu opsi -r pada perintah cp fungsinya yaitu menyalin file /etc ke file /mnt dengan paksa, sehingga mau tudak mau file tersebut akan tersalin ke direktori /mnt. Sedangkan untuk mengaitkan partisi dengan folder yang readonly caranya lihat pada gambar diatas. Untuk membuktikkan kalau folder tersebut terreadonly, coba buat atau salinlah sebuah file di direktori yang tereadonly tersebut. Maka yang akan muncul pesan “Read Only file system”.
3. Cek atau konfirmasi pekerjaan yang anda lakukan untuk melihat hasil pekerjaan anda. Ada tiga perintah untuk menampilkannya yaitu, fdisk -l, df-h, mount. Disini saya menggunakan perintah df -h.
perintah dari : df -h

Dengan perintah ini kita bisa melihat persentase ruang kosong dari device atau partisi yang terkait di direktori /srv/nfs/salesnumber, untuk melihatnya lihat pada field Use%. Perintah df -h tidak hanya menampilkan persentase ruang kosong.  Untuk melihat semua partisi yang termount, lihatlah pada file /etc/mtab. Dalam kasus ini partisi /dev/sdc1 yang telah di mount.
perintah dari : nano /etc/mtab

4. buatlah mount permanen pada file system yang telah dibuat tadi. Tambahkan baris berikut pada file /etcfstab.
/dev/sdc1 /home/project22 auto defaults 0 0
/dev/sdb1 /srv/nfs/salesnumbers auto defaults 0 0
perintah dari : nano /etc/fstab

untuk membuat mount permanen kita tinggal menambahkan kedua baris tersebut paling bawah. Penjelasannya lihatlah tabel berikut.
5. apa yang akan terjadi ketika kita membuat titik kait file system pada suatu folder atau direktori yang berisi beberapa file?
perintah dari : mount /dev/sdb1 /home/coba

setelah kita mengkaitkan file system dengan direktori yang berisi file, maka file yang berada di direktori tersebut akan tersembuyi dan yang akan tampil adalah seperti gambar diatas. Namun ketika kita melepaskan kaitan file system dengan folder atau direktori tersebut, maka file yang ada di folder tersebut akan terlihat. Dalam kasus ini saya menggunakan folder coba yang terletak di /home, yang sebelumnya saya telah buat.
6. Apa yang akan terjadi ketika kita mengaitkan dua file system dengan satu titik kait yang sama.?
perintah dari : mount /dev/sdb1 /home/coba
perintah dari : mount /dev/sdc1 /home/coba

dalam hal ini untuk mengaitkan dua file system dengan titik kait yang sama maka akan terjadi adalah dalam file mtab, hanya fstab terakhir yang terlihat atau yang di cetak. untuk lebih jelasnya lihatlah gambar dibawah ini.

Nonaktifkan Automount External Drive

Salah satu tujuan dinonaktifkan automount karena sering kali menggangu kerja dengan terbukanya File manager (Nautilus) pada window baru. Menonaktifkan automount pada external drive seperti hardisk-portable, flashdisk dan USB storage yang lainnya dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

Nautilus File Management

File Management secara default tidak ditampilkan, maka pertama diedit dulu biar bisa tampil di menu System.
Buka System → Preferences → Main Menu. Masuk ke Preferences (kolom kiri) kemudian beri tanda contreng pada File Management (kolom kanan).
Buka System → Preferences → File Management (gambar NA.1)

Buka tab Media (paling kanan), perhatikan gambar NA.2 di bawah ini.

Ubah setting pada Never prompt or start programs on media insertion dan hilangkan contreng pada Browse media on inserted (gambar NA.3)

Configuration Editor

Configuration Editor secara default tidak ditampilkan, maka pertama diedit dulu biar bisa tampil di menu Applications.
Buka System → Preferences → Main Menu.
masuk ke System Tools (kolom kiri), kemudian beri tanda contreng pada Configuration Editor’ (kolom kanan).
Buka Application → System Tools → Configuration Editor sehingga muncul window seperti gambar NA.4

Masuk ke /apps/nautilus/preferences/ beri tanda contreng pada media_autorun_never. media_automount serta media_automount_open hilangkan tanda contrengnya (gambar NA.5).

Terminal

Tekan kombinasi tombol keyboard alt+F2, kemudian ketik gnome-terminal lalu enter.
Lanjutkan dengan perintah di bawah ini.
* $ gconftool-2 --set "/apps/nautilus/preferences/media_automount" --type bool false
* $ gconftool-2 --set "/apps/nautilus/preferences/media_automount_open" --type bool false
* $ gconftool-2 --set "/apps/nautilus/preferences/media_autorun_never" --type bool true
Keterangan:
Baris yang diakhiri dengan \ berarti satu baris yang bersambung.
Untuk memastikan fungsi Automount External Drive tidak bekerja colokkan usb flash drive yang anda miliki.
Read more

0 All About Universal Unique Identifier (UUID)

Universally Unique Identifier (UUID) merupakan standard identifier yang digunakan kontruksi perangkat lunak Open software foundation (OSF) sebagai bagian dari distributed computer environment (DCE). UUID juga terdapat pada direktori /etc/fstab pada direktori tersebut anda juga mungkin melihat entry seperti UUID=62fa5eac-3df4-448d-a576-916dd5b432f2. Entry ini bukan sebagai penunjuk device name seperti, /dev/hda1, tetapi entry ini disebut identifier unik (UUID) atau lebih jelasnya merupakan kode identifikasi unik yang diberikan oleh sistem. UUID juga dapat digunakan untuk mengidentifikasi DVD drive, Removable media (USB drive) dan seluruh partisi pada hard drive andaHow to use UUID ?Ada beberapa cara untuk menemukan UUID anda pada file system, diantaranya yaitu sbb:
Menampilkan utility UUID dengan mengunakan vol_id.
caranya adalah sebagai berikut : 825d4b79-ec40-4390-8a71-9261df8d4c82
Diatas terlihat hanya UUID dari device name /dev/sda1, tetapi utility untuk menampilkan UUID dengan mengunakan vol_id telah deprecated (usang) jadi utility ini tidak dapat lagi di gunakan untuk menampilkan UUID, Utility ini telah usang seperti yang saya kutip pada http://ubuntuforums.org seperti ini
* Update to GIT HEAD :
- vol_id removed, rules converted to using blkid
Pada penjelasan forum diatas menyatakan Update pengetahuan anda vol_id telah diremove gunakan blkid, Pada peryataan diatas anda tidak dapat lagi mengunakan utility vol_id untuk menampilkan UUID yang ada pada file system anda tetapi anda dapat mengunakan blkid. Dibawah ini gambar dari penjelasan diatas
Perintah  blkid
Pada perintah vol_id –uuid /dev/sda1 terdapat report command not found hal ini dikarenakan karena perintah vol_id uuid /dev/sda1 telah usang seperti pada penjelasan diatas dan pada perintah blkid di tampilkan UUID dari berbagai partisi yang ada.Anda juga dapat mengunakan tune2fs untuk menampilkan UUID anda pada filesystem anda.
Dibawah ini gambar perintah tune2fsPada perintah vol_id –uuid /dev/sda1 terdapat report command not found hal ini dikarenakan karena perintah vol_id uuid /dev/sda1 telah usang seperti pada penjelasan diatas dan pada perintah blkid di tampilkan UUID dari berbagai partisi yang ada.Anda juga dapat mengunakan tune2fs untuk menampilkan UUID anda pada filesystem anda.
Dibawah ini gambar perintah tune2fs]

gambar di atas adalah perintah dari : tune2fs
command tune2fs memungkinkan administrator sistem untuk mengatur berbagai parameter file system anda, pada unix file system parameter seperti ext2,ext3,ext4 nilai dari uuid dapat ditampilkan dengan mengunakan option -l pada perintah tune2fs.
Pada tampilan diatas terdapat dua device name saya yaitu: /sda5 dan /sda1 pada kedua device name saya telah terlihat  UUID-nya. UUID juga terdapat pada direktori /etc/fstab anda dapat menemukan UUID anda pada direktori tersebut dengan mengunakan perintah grep UUID /etc/fstab. Dibawah ini contoh dari perintah UUID.

gambar di atas adalah perintah dari : grep UUID /etc/fstab
How to Practice UUID and filesystem
1. Find the uuid of one of your ext3 partitions with tune2fs and vol_id.
Pada pertayaan di atas anda diharuskan mencari uuid dari device name anda dengan mengunakan tune2fs dan vol_id, karena vol_id sudah usang maka saya tidak dapat menampilkan UUID dengan mengunakan perintah ini. Saya hanya dapat mengunakan perintah tune2fs tetapi anda dapat juga  mengunakan perintah blkid dan sebelumnya saya mohon maaf untuk perintah blkid anda dapat melakukannya sendiri. Dibawah ini contoh perintah tune2fs
       gambar di atas adalah perintah dari : tune2fs -l /dev/sda1 | grep UUID
2. Use this uuid in /etc/fstab and test that it works with a simple mount
Pada perintah diatas anda diharuskan menampilkan uuid pada direktori /etc/fstab dan lihatlah apakah bekerja dengan memount sederhana. Dibawah ini perintah untuk menampilkan UUID pada direktori /etc/fstab.
        gambar di atas adalah perintah dari : /etc/fstab
3. (optional) Test it also by removing a disk (so the device name is changed). You can edit settings in vmware/Virtualbox to remove a hard disk
Pada pertayaan diatas anda diharuskan memilih untuk menghapus disk kemudian menganti device name anda anda dapat melakukannya pada seetingan Virtual Box untuk menghapus hard disknya jika anda mengunakan Virtual Box
karena disini saya tidak mengunakan VBOX jadi saya tidak dapat menjawab pertayaan di atas
Read more

0 BootLoader

Pengertian Boot Loader
yaitu : Sebelumnya, saya minta maaf lagi nih kepada kakak-kakak sekalian, saya baru bisa buat artikel baru diakarenakan liburan. Hehehehehehe.. Okeh, kali ini saya akan membahas mengenai Pengertian Boot Loader. Mungkin, kata Boot Loader masih awam di telinga kakak-kakak sekalian. Apalagi untuk kakak-kakak yang masih baru di dunia Open Source (red : GNU/Linux ^^). Tapi, bagi kakak-kakak yang sudah mengerti lebih dalam mengenai Pengertian Boot Loader tolong agar men-share ilmunya disini yah. Hehehehehehe…. Okeh, tanpa basa-basi lagi, silahkan membaca artikel mengenai Pengertian Boot Loader versi saya :D
Boot Loader adalah suatu program yang sudah tertanam pada suatu sistem operasi untuk mem-boot atau memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk dan media boot lainnya seperti flashdisk  (contohnya GRUB dan LILO). Biasanya Boot Loader digunakan untuk memilih sistem operasi yang ada pada hard disk karena pada hard disk tersebut memiliki lebih dari 1 sistem operasi. Boot Loader ini, dimuat pada BIOS komputer, yang kemudian digunakan untuk memanggil kernel suatu sistem operasi.
Jadi, Boot Loader ini digunakan untuk memilih dan memanggil sistem operasi yang ada pada hard disk dan media boot lainnya. Misalnya, pada hard disk terdapat sistem operasi GNU/Linux Mandriva 2010.1 dan Ubuntu 10.10. Nah, anda bisa menggunakan salah satu Boot Loader yang sudah disediakan dari kedua sistem operasi tersebut. Boot Loader, harus dipasang pada MBR (Master Boot Record) pada hard disk atau media boot lainnya agar sistem operasi yang terdapat pada hard disk atau media boot lainnya bisa di-boot dengan baik.
Bootloader adalah aplikasi pertama yang dijalankan bios sesaat setelah booting. Bootloader akan meload kernel yang menjalankan sistem operasi.
Dalam beberapa sistem, terdapat bootloader yang berbeda. Bootloader Windows, berbeda dengan Bootloader Linux, Berbeda juga dengan bootloader BSD.
a. Boot Manager
Boot manager merupakan sebuah aplikasi yang terdapat hampir di seluruh sistem operasi termasuk linux.
Boot manager ini digunakan untuk multiple
boot. Dengan boot manager, kita bisa mengatur proses booting. Bila kita menginginkan OS yang kita
gunakan dibaca oleh BIOS tanpa menggunakan Disk
Boot maka kita memerlukan Boot Loader program yang terinstall pada MBR ( Master Boot Record ).
Boot loader program dimuat di dalam BIOS komputer dan bertugas untuk membaca kernel yang ada di dalam suatu sistem operasi serta memberi kendali terhadap jalannya sistem pada kernel. Kernel akan dapat melakukan inisiasi pada sistem serta mengendalikannya. Sebagai contoh, saat kita ingin menggunakan 2 sistem operasi pada satu komputer, misal ingin menginstall ubuntu dimana kita telah menginstall windows vista di komputer. Apabila ubuntu telah terinstall di hardisk maka secara otomatis ubuntu akan mengeluarkan pilihan booting untuk multiple boot.
b. GRUB
GRUB (Grand Unified Bootloader) yaitu program boot loader untuk Linux yang paling sering digunakan. GRUB digunakan pada system operasi linux dimana
program berukuran kecil yang biasanya muncul setelah BIOS selesai dijalankan. Hal ini berlaku apabila kita telah melakukan instalasi linux, sehingga akan muncul pilihan sistem operasi pada saat proses booting sehingga akan dapat dilakukan dual boot atau multiple boot. Biasanya, saat daftar menu grub ditampilkan namun kita tidak melakukan pemilihan system operasi yang akan digunakan maka secara otomatis system operasi yang akan dijalankan adalah Linux. Kita dapat melakukan pengaturan pada GRUB seperti pengaturan pilihan system operasi yang dipilih pertama kali, lama suatu grub mulai melakukan booting, pengaturan warna yang digunakan sebagai background dan tulisan pada menu grub, member password pada grub, dan lain-lain. Namun, apabila kita melakukan pengaturan pada GRUB kita harus berhati-hati karena jika kita melakukan kesalahan dalam pengeditan maka saat booting GRUB tidak bisa masuk ke system operasi yang disediakan.
c. LILO
LILO (Linux Loader) yaitu boot loader yang memang ampuh dan dikembangkan untuk Linux. LILO dapat digunakan untuk memilih Linux atau sistem operasi
lain pada saat booting. LILO biasanya digunakan pada mesin intel-compatible dan biasanya ada pada distribusi RedHat dan turunanya. LILO tidak bergantung pada file sistem tertentu dan dapat memuat kernel dari floppy disk maupun dari harddisk. Kita tidak perlu melakukan penginstalan LILO karena sewaktu kita menginstall Linux RedHat beserta turunannya maka secara otomatis LILO telah
ikut terinstall. Seperti pada GRUB, kita juga bisa melakukan pengaturan pada LILO dengan menggunakan text editor. Dalam pengaturan ini, hanya user root saja yang diberikan hak untuk melakukan pengaturan. Jika dibandingkan dengan GRUB, LILO ini lebih rumit dalam proses pemilihan sistem operasi sebab perintahnya harus diketikkan.

Membuat Paasword Pada Grub

Berikan password pada GRUB, dokumentasikan langkah- langkahnya sebagai berikut!
•  Buka Terminal lalu masuk sebagai super user.
•  Lalu ketik: gedit /etc/grub.d/00_header untuk membuat password pada GRUB2.
Lalu Tekan Enter.
      gambar di atas adalah perintah dari   gedit /etc/grub.d/00_header
setelah itu dilanjutkan dengan menuliskan command pada bagian yang berikut ini!
     gambar di atas adalah cara menuliskan di command
cat << EOF
set superusers=”username”
password username password
EOF
setelah itu  Simpanlah hasil editan yang kita buat tadi dan tutup kembali gedit. jangan lupa kembali ke Terminal. dan di lanjutkan dengan.
mengetik: gedit /etc/grub.d/10_linux untuk memberikan proteksi password pada kernel Linux di partisi utama. Edit dengan menambahkan tulisan seperti berikut.

printf “menuentry –users username ‘${title}’ ${CLASS} {\n”
“${os}” “${version}” {

Simpanlah hasil dari editan yang kita bua tadi,setelah itu  tutup gedit dan kembali ke Terminal.
Lalu ketik: gedit /etc/grub.d/20_memtest86+ untuk memberi proteksi password pada opsi memtest86+
Ubah seperti berikut ini :

menuentry “Memory test (memtest86+)” –users username {

Simpan hasil editan dan tutup gedit. Pada Terminal ketik: update-grub untuk mengupdate GRUB2 kita. Reboot komputer.  Pada menu entry GRUB2 pilih OS yang kita inginkan. Maka akan muncul tampilan
seperti berikut ini :
Buat agar password pada GRUB terenkripsi, dokumentasikan dan jelaskan langkah- langkahnya !
Untuk mengenkripsi password GRUB, masuk sebagai super user dan pada Terminal
lalu ketik: grub

Tunggu dalam beberapa menit, maka akan muncul tampilan seperti berikut ini :
lalu ketik:  md5crypt

Blok bagian berikut (lihat Picture 15) lalu copy ke bagian paling bawah /etc/grub.d/00_header pada bagian password kita. Simpan editan kita lalu update GRUB dan reboot komputer untuk melihat hasilnya.
Read more

0 Tentang Partisi

Kamis, 26 April 2012
* primer, extended, dan logical
Linux membutuhkan Anda untuk membuat satu atau lebih partisi. Paragraf selanjutnya akan menjelaskan cara membuat dan menggunakan partisi.
  Geometri Partisi dan ukuran biasanya didefinisikan oleh silinder awal dan akhir (kadang-kadang oleh sektor). Partisi dapat dari jenis primer (maksimum empat), diperpanjang (maksimum satu) atau logis (yang terkandung dalam partisi extended). setiap partisi memiliki tipe field yang berisi kode. Ini menentukan sistem operasi komputer atau sistem file partisi.
~ partisi penamaan
Kami melihat sebelumnya bahwa perangkat hard disk bernama / dev / hdx atau / dev / sdx dengan x tergantung pada konfigurasi perangkat keras. Berikutnya adalah nomor partisi, mulai menghitung pada 1. Oleh karena itu (mungkin) empat partisi primary diberi nomor 1 sampai 4. logis penghitungan partisi selalu dimulai dari 5. Jadi / dev/hda2 adalah partisi kedua pada pertama ATA hard perangkat keras, dan / dev/hdb5 adalah partisi logical pertama dari kedua ATA perangkat keras disk. Sama untuk SCSI, / dev/sdb3 adalah partisi ketiga di kedua SCSI disk.
* menemukan partisi
~ fdisk -l
Pada contoh fdisk-l di bawah Anda dapat melihat bahwa dua partisi ada pada / dev / sdb. itu partisi pertama mencakup 31 silinder dan berisi partisi swap Linux. kedua partisi adalah jauh lebih besar.

  gambar di atas adalah perintah dari sudo fdisk -l /dev/sda
~ / proc / partisi
Proc / / file berisi tabel partisi dengan nomor major dan minor dari dipartisi perangkat, jumlah mereka blok dan nama perangkat di / dev. Verifikasi dengan / proc / perangkat untuk menghubungkan jumlah besar ke perangkat yang tepat.

gambar di atas adalah perintah dari cat /proc/partitions
  Jumlah besar sesuai dengan jenis perangkat (atau driver) dan dapat ditemukan di / proc / devices. Dalam hal ini 3 sesuai dengan ide dan 8 sampai sd. Jumlah besar menentukan driver perangkat untuk digunakan dengan perangkat ini.
Jumlah kecil adalah sebuah identifikasi unik dari sebuah contoh dari jenis perangkat. itu device.txt file dalam kernel berisi daftar lengkap nomor mayor dan minor.
~ lainnya alat
Anda mungkin tertarik pada alternatif untuk fdisk seperti berpisah, cfdisk, sfdisk dan gparted. Kursus ini terutama menggunakan fdisk untuk mempartisi disk drive.
* partisi disk baru
Pada contoh di bawah, kami membeli disk baru untuk sistem kami. Setelah hardware baru terpasang dengan benar, Anda dapat menggunakan fdisk dan berpisah untuk menciptakan partisi yang diperlukan (s). Contoh ini menggunakan fdisk, tetapi tidak ada yang salah dengan menggunakan berpisah.
~ mengenali disk
Pertama, kita cek dengan fdisk-l apakah Linux dapat melihat disk baru. Ya tidak, yang disk baru dipandang sebagai / dev / sdb, tetapi tidak memiliki partisi belum.

gambar di atas adalah perintah dari sudo fdisk -l
~ membuka disk dengan fdisk
Kemudian kita membuat partisi dengan fdisk pada / dev / sdb. Pertama kita mulai dengan alat fdisk / dev / sdb sebagai argumen. Berhati-hatilah untuk tidak partisi disk yang salah!

   gambar di atas adalah perintah dari sudo fdisk  /dev/sda
~ tabel partisi kosong
  Di dalam alat fdisk, kita dapat menjalankan perintah p untuk melihat partisi disk saat ini tabel.

  gambar di atas adalah perintah dari p1
  ~ membuat partisi baru
Tidak ada partisi ada lagi, jadi kami mengeluarkan n untuk menciptakan partisi baru. Kita memilih p untuk utama, 1 untuk nomor partisi, 1 untuk silinder awal dan 14 tentang cylinder akhir.

  gambar di atas adalah perintah dari n
  Kami sekarang dapat menerbitkan p lagi untuk memverifikasi perubahan kami, tetapi mereka belum ditulis ke disk. Ini berarti kita masih bisa membatalkan operasi ini! Tapi terlihat bagus, jadi kita menggunakan w untuk menulis perubahan ke disk, kemudian keluar alat fdisk.

  gambar di atas adalah perintah dari p2
~ menampilkan partisi baru
  Mari kita memverifikasi lagi dengan fdisk-l untuk memastikan realitas sesuai mimpi kita. Memang, gambar di bawah sekarang menunjukkan sebuah partisi di / dev / sdb.

  gambar di atas adalah perintah dai sudo fdisk -l
* tentang tabel partisi   
~ master boot record
Tabel partisi informasi (partisi primer dan extended) yang tertulis dalam master boot record atau mbr. Anda dapat menggunakan dd untuk menyalin mbr ke sebuah file.
->  Contoh ini salinan master boot record dari disk SCSI pertama keras.

gambar di atas adalah perintah dai sudo dd if=/dev/sda of=/SCSIdisk.mbr bs=512 count=1
  -> Alat yang sama juga dapat digunakan untuk menghapus semua informasi tentang partisi pada disk. Contoh ini menulis angka nol di master boot record.

gambar di atas adalah perintah dai sudo dd if=/dev/zero of=/SCSIdisk.mbr bs=512 count=1
-> Atau untuk menghapus seluruh partisi atau disk.

gambar di atas adalah perintah dai sudo dd if=/dev/zero  of=/dev/sda
~ partprobe
Jangan lupa bahwa setelah mengembalikan master boot record dengan dd, bahwa Anda perlu memaksa kernel untuk membaca kembali tabel partisi partprobe. Setelah menjalankan partprobe, yang partisi dapat digunakan lagi.
~ logis drive
Tabel partisi tidak berisi informasi tentang drive logis. Jadi dd cadangan dari mbr hanya bekerja untuk partisi primer dan diperpanjang. Untuk cadangan tabel partisi termasuk drive logis, Anda dapat menggunakan sfdisk.
-> Contoh ini menunjukkan bagaimana untuk cadangan semua partisi dan drive logis informasi ke file

gambar di atas adalah perintah dai sudo sfdisk -d /dev/sda > parttable.sda.sfdisk
-> Contoh berikut copy mbr dan semua info drive logis dari / dev / sda ke / dev / sda.

        gambar di atas adalah perintah dai sudo sfdisk -d /dev/sda | sfdisk /dev/sda
* HASIL DARI PRAKTIKUM *
1.Gunakan perintah fdisk -l untuk menampilkan partisi yang ada beserta ukurannya !
    > # fdisk -l
jawabannya adalah:

-  dari analisanya seperti ini
partisi pada terminal saya ada 3 yaitu /dev/sda, /dev/sdb dan /dev/sdc. Nah dapat kita lihat bahwa pada /dev/sdb ada start=1 itu adalah nomor partisi dan 14 adalah cylinder akhirnya. Untuk /dev/sdc belum terbagi partisinya jadi tampilannya dengan /dev/sdb agak berbeda. Yang mana memory dari masing-masing harddisk sda dan sdb adalah 8225280 bytes.
2.Gunakan df -h untuk menampilkan partisi yang ada beserta ukurannya!
    > $df -h
jawabannya adalah:

-  dari analisanya seperti ini
Perintah tersebut tidak apa-apa jika tidak menggunakan sudo. Nah perintah df ini berfungsi untuk menampilkan sisa ruang penyimpanan yang ada pada harddisk berdasarkan partisi yang ada. Nah untuk perintah df -h ini di gunakan untuk menampilkan hasil yang mudah di baca.
3.Bandingkan output dari fdisk dan df (beberapa partisi akan terdaftar di kedua output mungkin sda1 atau hda1)
jawabannya adalah:
Output dari ke dua perintah tersebut hanya menampilkan partisi sda karena itu yang ada pada harddisk komputer ini.
4.Buatlah partisi utama pada disk kecil sebesar 200 Mb
jawabannya adalah:
> $ sudo fdisk /dev/sdc

-  dari analisanya seperti ini
Pada kasus ini, disk terkecilnya yaitu sdc, n berarti kita membuat partisi baru,1 berarti partisi utama dan 200 adalah ukuran cylindernya.
5.Buatlah partisi utama sebesar 400 Mb dan 2 drive logis pada disk besar yang ukurannya 300 Mb.
jawabannya adalah:
> $ sudo fdisk /dev/sdb

-  dari analisanya seperti ini
Pada pembagian partisi utamanya ukurannya 400 kemudian pembagian partisi ke2 yaitu sebagai extended, karena tidak bisa menginputkan 300 maka saya inputkan sesuai angka defaultnya yaitu 1044
6.Gunakan df -h dan fdisk untuk menverifikasi hasil tadi !
jawabannya adalah:
> # fdisk -l

-  dari analisanya seperti ini
Nah, pada tampilan berikut sdcnya, partisinya sudah terbagi yang mana ukuran cylindernya sebesar 200. Begitupun sdb sudah ada ketambahan partisi yaitu sdb2.
jawabannya adalah:
> $ df -h

-  dari analisanya seperti ini
Nah, sedangkan df -h tampilannya berubah di pemakaiannya di soal pemakaian masih 82% sedangkan sekarang sudah bertambah menjadi 84%.Ini seperti yang sudah saya jelaskan di nomor dua tadi.
7. Bandingkan output dari df -h dan fdisk sekali lagi, apakah keduanya menampilkan partisi baru ?(partisi yang baru terlihat di fdisk tetapi tidak di tampilkan oleh df -h)
jawabannya adalah:
Nah, kenapa pada fdisk terlihat partisi baru dan pada df tidak? kembali ke penjelasan saya sebelumnya, bahwa df -h menampilkan sisa penyimpanan harddisk dan juga yang mudah untuk di baca.
8. Buat cadangan dengan dd dengan mbr yang berisi partisi utama 200 Mb anda
jawabannya adalah:
>  $ sudo dd if=/dev/sdb of=bootsector.sdc.dd count=1 bs=512

-  dari analisanya seperti ini
Pada kasus ini sdb1 di buatkan cadangan di sdc
9. Mengambil cadangan dari tabel partisi primer yang berisi 400 Mb dan 300 Mb logis drive. pastikan kita sudah membuat cadangan dari logis drive
jawabannya adalah:
> $ sudo sfdisk -d /dev/sdb > parttable.sdb.sfdisk
Read more

My Blog List

Sample text

Ads 468x60px

Featured Posts

-

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Our Partners

Resources

kalender