Resources

Cari Blog Ini

0 Tentang Partisi

Senin, 23 Juli 2012
* primer, extended, dan logical
Linux membutuhkan Anda untuk membuat satu atau lebih partisi. Paragraf selanjutnya akan menjelaskan cara membuat dan menggunakan partisi.
  Geometri Partisi dan ukuran biasanya didefinisikan oleh silinder awal dan akhir (kadang-kadang oleh sektor). Partisi dapat dari jenis primer (maksimum empat), diperpanjang (maksimum satu) atau logis (yang terkandung dalam partisi extended). setiap partisi memiliki tipe field yang berisi kode. Ini menentukan sistem operasi komputer atau sistem file partisi.
~ partisi penamaan
Kami melihat sebelumnya bahwa perangkat hard disk bernama / dev / hdx atau / dev / sdx dengan x tergantung pada konfigurasi perangkat keras. Berikutnya adalah nomor partisi, mulai menghitung pada 1. Oleh karena itu (mungkin) empat partisi primary diberi nomor 1 sampai 4. logis penghitungan partisi selalu dimulai dari 5. Jadi / dev/hda2 adalah partisi kedua pada pertama ATA hard perangkat keras, dan / dev/hdb5 adalah partisi logical pertama dari kedua ATA perangkat keras disk. Sama untuk SCSI, / dev/sdb3 adalah partisi ketiga di kedua SCSI disk.
* menemukan partisi
~ fdisk -l
Pada contoh fdisk-l di bawah Anda dapat melihat bahwa dua partisi ada pada / dev / sdb. itu partisi pertama mencakup 31 silinder dan berisi partisi swap Linux. kedua partisi adalah jauh lebih besar.

  gambar di atas adalah perintah dari sudo fdisk -l /dev/sda
~ / proc / partisi
Proc / / file berisi tabel partisi dengan nomor major dan minor dari dipartisi perangkat, jumlah mereka blok dan nama perangkat di / dev. Verifikasi dengan / proc / perangkat untuk menghubungkan jumlah besar ke perangkat yang tepat.

gambar di atas adalah perintah dari cat /proc/partitions
  Jumlah besar sesuai dengan jenis perangkat (atau driver) dan dapat ditemukan di / proc / devices. Dalam hal ini 3 sesuai dengan ide dan 8 sampai sd. Jumlah besar menentukan driver perangkat untuk digunakan dengan perangkat ini.
Jumlah kecil adalah sebuah identifikasi unik dari sebuah contoh dari jenis perangkat. itu device.txt file dalam kernel berisi daftar lengkap nomor mayor dan minor.
~ lainnya alat
Anda mungkin tertarik pada alternatif untuk fdisk seperti berpisah, cfdisk, sfdisk dan gparted. Kursus ini terutama menggunakan fdisk untuk mempartisi disk drive.
* partisi disk baru
Pada contoh di bawah, kami membeli disk baru untuk sistem kami. Setelah hardware baru terpasang dengan benar, Anda dapat menggunakan fdisk dan berpisah untuk menciptakan partisi yang diperlukan (s). Contoh ini menggunakan fdisk, tetapi tidak ada yang salah dengan menggunakan berpisah.
~ mengenali disk
Pertama, kita cek dengan fdisk-l apakah Linux dapat melihat disk baru. Ya tidak, yang disk baru dipandang sebagai / dev / sdb, tetapi tidak memiliki partisi belum.

gambar di atas adalah perintah dari sudo fdisk -l
~ membuka disk dengan fdisk
Kemudian kita membuat partisi dengan fdisk pada / dev / sdb. Pertama kita mulai dengan alat fdisk / dev / sdb sebagai argumen. Berhati-hatilah untuk tidak partisi disk yang salah!

   gambar di atas adalah perintah dari sudo fdisk  /dev/sda
~ tabel partisi kosong
  Di dalam alat fdisk, kita dapat menjalankan perintah p untuk melihat partisi disk saat ini tabel.

  gambar di atas adalah perintah dari p1
~ membuat partisi baru
Tidak ada partisi ada lagi, jadi kami mengeluarkan n untuk menciptakan partisi baru. Kita memilih p untuk utama, 1 untuk nomor partisi, 1 untuk silinder awal dan 14 tentang cylinder akhir.

  gambar di atas adalah perintah dari n
Kami sekarang dapat menerbitkan p lagi untuk memverifikasi perubahan kami, tetapi mereka belum ditulis ke disk. Ini berarti kita masih bisa membatalkan operasi ini! Tapi terlihat bagus, jadi kita menggunakan w untuk menulis perubahan ke disk, kemudian keluar alat fdisk.

  gambar di atas adalah perintah dari p2
~ menampilkan partisi baru
  Mari kita memverifikasi lagi dengan fdisk-l untuk memastikan realitas sesuai mimpi kita. Memang, gambar di bawah sekarang menunjukkan sebuah partisi di / dev / sdb.

  gambar di atas adalah perintah dai sudo fdisk -l
* tentang tabel partisi   
~ master boot record
Tabel partisi informasi (partisi primer dan extended) yang tertulis dalam master boot record atau mbr. Anda dapat menggunakan dd untuk menyalin mbr ke sebuah file.
->  Contoh ini salinan master boot record dari disk SCSI pertama keras.

gambar di atas adalah perintah dai sudo dd if=/dev/sda of=/SCSIdisk.mbr bs=512 count=1
-> Alat yang sama juga dapat digunakan untuk menghapus semua informasi tentang partisi pada disk. Contoh ini menulis angka nol di master boot record.

gambar di atas adalah perintah dai sudo dd if=/dev/zero of=/SCSIdisk.mbr bs=512 count=1
-> Atau untuk menghapus seluruh partisi atau disk.

gambar di atas adalah perintah dai sudo dd if=/dev/zero  of=/dev/sda
~ partprobe
Jangan lupa bahwa setelah mengembalikan master boot record dengan dd, bahwa Anda perlu memaksa kernel untuk membaca kembali tabel partisi partprobe. Setelah menjalankan partprobe, yang partisi dapat digunakan lagi.
~ logis drive
Tabel partisi tidak berisi informasi tentang drive logis. Jadi dd cadangan dari mbr hanya bekerja untuk partisi primer dan diperpanjang. Untuk cadangan tabel partisi termasuk drive logis, Anda dapat menggunakan sfdisk.
-> Contoh ini menunjukkan bagaimana untuk cadangan semua partisi dan drive logis informasi ke file

gambar di atas adalah perintah dai sudo sfdisk -d /dev/sda > parttable.sda.sfdisk
-> Contoh berikut copy mbr dan semua info drive logis dari / dev / sda ke / dev / sda.

gambar di atas adalah perintah dai sudo sfdisk -d /dev/sda | sfdisk /dev/sda
* HASIL DARI PRAKTIKUM *
1.Gunakan perintah fdisk -l untuk menampilkan partisi yang ada beserta ukurannya !
    > # fdisk -l
jawabannya adalah:

-  dari analisanya seperti ini
partisi pada terminal saya ada 3 yaitu /dev/sda, /dev/sdb dan /dev/sdc. Nah dapat kita lihat bahwa pada /dev/sdb ada start=1 itu adalah nomor partisi dan 14 adalah cylinder akhirnya. Untuk /dev/sdc belum terbagi partisinya jadi tampilannya dengan /dev/sdb agak berbeda. Yang mana memory dari masing-masing harddisk sda dan sdb adalah 8225280 bytes.
2.Gunakan df -h untuk menampilkan partisi yang ada beserta ukurannya!
    > $df -h
jawabannya adalah:

-  dari analisanya seperti ini
Perintah tersebut tidak apa-apa jika tidak menggunakan sudo. Nah perintah df ini berfungsi untuk menampilkan sisa ruang penyimpanan yang ada pada harddisk berdasarkan partisi yang ada. Nah untuk perintah df -h ini di gunakan untuk menampilkan hasil yang mudah di baca.
3.Bandingkan output dari fdisk dan df (beberapa partisi akan terdaftar di kedua output mungkin sda1 atau hda1)
jawabannya adalah:
Output dari ke dua perintah tersebut hanya menampilkan partisi sda karena itu yang ada pada harddisk komputer ini.
4.Buatlah partisi utama pada disk kecil sebesar 200 Mb
jawabannya adalah:
> $ sudo fdisk /dev/sdc

-  dari analisanya seperti ini
Pada kasus ini, disk terkecilnya yaitu sdc, n berarti kita membuat partisi baru,1 berarti partisi utama dan 200 adalah ukuran cylindernya.
5.Buatlah partisi utama sebesar 400 Mb dan 2 drive logis pada disk besar yang ukurannya 300 Mb.
jawabannya adalah:
> $ sudo fdisk /dev/sdb

-  dari analisanya seperti ini
Pada pembagian partisi utamanya ukurannya 400 kemudian pembagian partisi ke2 yaitu sebagai extended, karena tidak bisa menginputkan 300 maka saya inputkan sesuai angka defaultnya yaitu 1044
6.Gunakan df -h dan fdisk untuk menverifikasi hasil tadi !
jawabannya adalah:
> # fdisk -l

-  dari analisanya seperti ini
Nah, pada tampilan berikut sdcnya, partisinya sudah terbagi yang mana ukuran cylindernya sebesar 200. Begitupun sdb sudah ada ketambahan partisi yaitu sdb2.
jawabannya adalah:
> $ df -h

-  dari analisanya seperti ini
Nah, sedangkan df -h tampilannya berubah di pemakaiannya di soal pemakaian masih 82% sedangkan sekarang sudah bertambah menjadi 84%.Ini seperti yang sudah saya jelaskan di nomor dua tadi.
7. Bandingkan output dari df -h dan fdisk sekali lagi, apakah keduanya menampilkan partisi baru ?(partisi yang baru terlihat di fdisk tetapi tidak di tampilkan oleh df -h)
jawabannya adalah:
Nah, kenapa pada fdisk terlihat partisi baru dan pada df tidak? kembali ke penjelasan saya sebelumnya, bahwa df -h menampilkan sisa penyimpanan harddisk dan juga yang mudah untuk di baca.
8. Buat cadangan dengan dd dengan mbr yang berisi partisi utama 200 Mb anda
jawabannya adalah:
>  $ sudo dd if=/dev/sdb of=bootsector.sdc.dd count=1 bs=512

-  dari analisanya seperti ini
Pada kasus ini sdb1 di buatkan cadangan di sdc
9. Mengambil cadangan dari tabel partisi primer yang berisi 400 Mb dan 300 Mb logis drive. pastikan kita sudah membuat cadangan dari logis drive
jawabannya adalah:
> $ sudo sfdisk -d /dev/sdb > parttable.sdb.sfdisk
Read more

0 Dual Boot Linux & Windows

Minggu, 22 Juli 2012
instalasi cd ubuntu 10,04.
aplikasi backup yang terpasang pada windows xp pertama, aplikasi yang terinstal pada Windows XP adalah: winrar, ms.office 2007, xampp, smadav.
mengatur boot pertama di BIOS.
Melihat Partisi:
untuk melihat jumlah partisi yaitu klik komputer saya untuk windows xp.
untuk melihat jumlah partisi pada ubuntu 10,04 rumah klik.
Langkah demi langkah instalasi Ubuntu 10.04:
restart komputer dan tekan delete pada keyboard
maka layar akan menampilkan bios
di menu boot prioritas perangkat pilih boot mengatur boot pertama pada cd rom-Set kedua di boot hard disk di pilih disable booting ketiga dan tekan F10.
Masukkan instalasi ubuntu cd 10,04 ke cd-rom dan restart komputer.
tampilan pemuatan ubuntu akan muncul, dan setelah itu akan muncul pilihan bahasa, pilih bahasa “Inggris” “dan klik install ubuntu 10.04.2 LTS
Cara-cara Menginstall Linux Di Flesdish
- Yang pertama kita lakukan adalah:
~ pertama kita pilih english
~ kemudian pilih region asia dan time zone pilih indonesia (makasar)
~ kemudian pilih specify partitions manually (advanced)
~ kemudian hapus partitions yang ada
~ setelah partisi semua terhapus dan diisi kembali dengan diubah isi dari prtisi tersebut
~ kemudian dipilih primary – / 100000
~ pilih swap-logical-root 2048
~ dan sisanya adalah do not use the partision primary
~ setelah itu mengisi nama & password masing-masing
~ yang terakhir kita lakukan adalah hanyalah menginstall linux

Cara-cara Menginstall Windows XP Menggunakan CD-ROOM

~ Siapkan CD WINDOWS XP
~ Siapkan CD DRIVER MOTHERBOARD
~ Atur bios terlebih dahulu agar prioritas bootingnya dimulai dari CD(DVD)-ROM
~ Tunggu beberapa saat sampai muncul tulisan “press any key to boot from CD”
Tekan ENTER atau sembarang tombol, lalu proses instalasi akan mengecek hardware komputer anda, kemudian akan muncul tulisan “windows setup”
~ lalu file-file di dalam cd akan di load ke dalam komputer, kemudian akan muncul tampilan “welcome to setup”
ekan “ENTER” untuk menginstal windows xp, “R” untuk repair system windows yang sebelumnya pernah terinstal, “F3″ untuk keluar dari proses instalasi, lalu akan muncul (End User Licese Aggrement)
~ Tekan “F8″ kemudian proses instalasi akan mencari dan membaca partisi hardisk anda, kemudian akan muncul semua partisi hardisk anda
~ . Tekan “ENTER” untuk langsung menginstal windows, “C” untuk membuat partisi hardisk anda, kapasitas partisi sesuai dengan kebutuhan anda, dalam satuan MB, selanjutnya jika anda membuat partisi dengan menekan tombol “C”
~ Kemudian tuliskan kapasitas partisi yang ingin anda buat,misalkan kapasitas hardisk anda 40 GB, lalu anda ingin membagi dua, maka tuliskan 20000,jangan 20, karna partisi satuannya MB, tentunya anda mengerti kan…?? cat” 1GB = 1000 MB
~ kemudian pilih “format the partition using the NTFS file system (Quick)” atau “format the partition using the NTFS file system (Quick)” lalu tekan “ENTER”
~ Kemudian arahkan pointer pada posisi “unpartitioned space”, lalu tekan “C” maka akan muncul gambar seperti gambar sebelumnya, dalam hal ini layar yang akan muncul seperti gambar sebelumnya menunjukan sisa partisi yang telah anda bagi, jika anda cuma membagi 2 partisi saja maka langsung tekan “ENTER” tapi jika anda ingin mempartisi lagi sisa hardisknya maka tinggal di bagi lagi aj, seperti langkah-langkah sebelumnya, mengertikan maksud saya….??
setelah selesai partisi ketika anda menekan “ENTER” seperti yang di jelaskan di atas, maka akan muncul gambar sperti gambar diatas, setelah itu arahkan poiter di posisi C: partition1 [New Raw], tapi biasanya sudah berada di posisi tersebut, maka anda tinggal menekan “ENTER” saja untuk proses instalasi windows
~ Setelah selesai format, kemudian windows akan ,menyalin file untuk proses instalasi
~ Setelah proses penyalinan selesai, secara otomatis komputer akan melakukan restart ,dalam hal ini untuk mempercepat proses restart,anda bisa langsung menekan “ENTER”
~ Setelah itu akan muncul loading windows
~ selanjutnya proses instalasi windows di mulai 1..2..3…GOoooo
~ selanjutnya tinggal menunggu, sambil ngopi jg bisa, biar lebih terinspirasi, eitssss, tp jangan kemana mana dulu
~ Langsung klik “NEXT” aja BOS…!!! lalu mucul lagi bos
~ Isi nama dan organisasinya, terserah BOS aja… lalu tekan “NEXT”
~ . Masukan serial nombernya, jangan sampe salah ya….!!! kemudian tekan “Next” selanjutnya akan muncul layar administrator, isi aja mau dinamain apa komputernya, terserah deeeehhhhh……
kalau mau pake pasword tinggal di isi juga paswordnya, terserah juga mo apa paswordnya…. lalu tekan “Next”
~ Masukan settingan jam dan tanggal, tentukan juga time zone anda, untuk jakarta : pilih GMT+7 Klik “Next” lagi BOS…. setelah proses instalasi windows
~ Silahkan Menunggu lumayan lama BOS
~ Selanjutnya akan muncul layar work group or computer Domain
~ jika komputer anda terhubung dengan sebuah domain, maka isikan nama domainnya, tapi jika komputer anda stand alone, maka pilih radio button yang paling atas, lalu tekan “Next”
~ Selanjutnya akan muncul display setting,klik “OK” aja
~ Kemudian windows akan mendeteksi tampilan optimal dari PC anda,Klik “OK” aj BOS…!!!
~ Proses instalasi hampir selesai BOS….. selanjutnya akan muncul loading jendela windows
~ . Selanjutnya anda akan dibawa masuk ke dalam windows untuk pertama kalinya,tekan “Next” aj BOS..
~ Selanjutnya akan muncul layar “Help Protect Your PC”,kemudian pilih “Not Right Now” lalu tekan “Next”
~ Kemudian komputer akan mengecek koneksi ke internet,pilih “Yes” lalu tekan “Next”
~ Kemudian akan muncul pilihan aktivasi windows,lalu tekan “Next”
~ Setelah itu akan muncul tampilan seperti gambar di bawah ini yang menunjukan pilihan untuk menambah pengguna komputer, Anda bisa memasukkan beberapa pengguna yang akan mengakses komputer Anda, Namun jika satu akun sudah cukup, atau Anda menginstall komputer untuk dipakai bergantian, cukup masukkan satu user kemudian klik “Next”
~ Proses instalasi windows selesai,klik “finish”, maka proses instalasi selesai…..
~ Selesailah sudah semua…. kemudian perlahan masuk ke windowsnya
~ Kemudian tinggal menginstal CD Driver Motherboad, dan perangkat pendukung lainnya….
Demikianlah langkah-langkah dan cara install windows xp lengkap
Read more

0 Membuat Image Windows 7 Portable

Rabu, 18 Juli 2012
Tinjauan
Windows ® Installation Kit Otomatis (Windows AIK) adalah satu set alat dan dokumentasi yang mendukung konfigurasi dan penyebaran Windows ® sistem operasi. Dengan menggunakan Windows AIK, Anda dapat mengotomatisasi instalasi Windows, menangkap gambar Windows dengan ImageX, mengkonfigurasi dan memodifikasi gambar menggunakan Deployment Olahgmbar Pelayanan dan Manajemen (DISM), membuat Windows PE gambar, dan bermigrasi profil pengguna dan data dengan Perangkat Negara Pengguna Migrasi (USMT ). Windows AIK juga mencakup Aktivasi Volume Management Tool (VAMT), yang memungkinkan profesional TI untuk mengotomatisasi dan mengelola pusat proses volume aktivasi menggunakan Multiple Activation Key (MAK).
persyaratan sistem
Sistem operasi yang didukung: Windows 7 Service Pack 1, Windows Server 2008 R2 SP1
• Windows Server 2003 dengan Paket Layanan 2
• Windows Vista SP1
• Windows Server 2008 family
• Windows 7 family
• Windows Server 2008 R2 family
instruksi
    Untuk menginstal AIK Windows, Anda harus terlebih dahulu men-download ISO, Tulis file ISO ke DVD menggunakan alat pihak ketiga, dan kemudian menginstal AIK Windows dari DVD. Untuk instalasi pada Windows sebelum Windows 7, download ini mengharuskan Anda menjalankan Microsoft asli Windows. Klik tombol Continue di bagian Diperlukan Validasi untuk memulai proses validasi. Setelah validasi selesai, Anda akan kembali ke halaman ini untuk melanjutkan download. Anda dapat menginstalnya pada komputer setelah anda melakukan mount iso nya dengan mengunakan daemon tools maupun Power ISO tetapi karena saya tidak mempunyai tools itu saya gunakan winrar untuk melihat file dan direktori yang ada pada windows AIK tersebut, dengan mengunakan klik kanan open with ==> Pilih winrar

langkah selanjutnya lihat StartCD.exe Double klik pada file tersebut

Setelah anda double click pada StartCD.exe tungu hingga selesai proses extract pada AIK tersebut. Setelah proses extrack telah selesai langkah selanjutnya anda akan masuk pada setup AIK seperti pada gambar berikut ini

Setelah anda masuk pada user interfaces Windows AIK Setupnya, langkah selanjutnya  click Windows AIK Setup seperti pada gambar diatas, Windows AIK setup digunakan untuk melakukan instalasi Windows AIK anda Pada system operasi anda, setelah anda klik Windows AIK Setup maka anda akan dihadapkan dengan Windows instalation wizard  seperti pada gambar dibawah ini

Untuk tahap instalasi seperti pada umumnya tinggal menyetujui licensi terms kemudian klik next dan mengikutinya hingga selesai Selanjutnya kita akan memulai mengunakan Windows AIK untuk membuat capture image dengan langkah – langkah sebagai berikut:
  • Buka the Deployment Tools Command Prompt dengan Run sebagai administrator

Berikutnya anda akan masuk pada Deployment Tools Command Prompt seperti pada gambar berikut ini

Selanjutnya tampilkan direktori maupun file Pada Deployment Tools command Prompt yang telah anda buka sebelumnya dengan mengunakan perintah dir. seperti pada gambar berikut ini.

Pada tampilan diatas telah terlihat bahwa directori PETools mempunyai sub directory amd64, copype.cmd, ia64, pesetenv.cmd, setsanpolicy.cmd, ssshim.cmd dan x86. Sebelum masuk pada langkah selanjutnya kita terlebih dahulu membahas hal hal yang terdapat pada sub directory PETools yang akan digunakan diantarnya yaitu sebagai berikut:
  • copype.cmd merupakan perintah yang digunakan untuk membuat direktori win PE yang akan kita bangun nanti
Dibawah ini baris perintah dari copype
Copype.cmd [<hardware architecture>] [<destination lokasi>]
hardware architecture merupakan architecture processor   yang nantinya akan anda  bangun pada winpe anda, misalnya anda ingin membuat winpe anda berjalan pada architecture intel dengan kecepatan 64 Bit maka anda gunakan ia64 sebagai architecturenya sedangkan jika anda ingin membuat winpe yang anda miliki bisa berjalan pada architecture processor amd dengan kecepatan 64 bit maka architecture yang anda gunakan amd64 sedangkan architecture x86 merupakan architecture processor yang dapat berjalan pada windows dengan kecepatan 32 bit tetapi juga dapat berjalan pada architecture intel 64 bit. karena saya ingin winpe yang nantinya saya bangun dapat berjalan pada architecture intel dengan 32 bit dan 64 bit maka saya gunakan x86 sebagai architecturenya

Saya memilih archicture x86 pada Environment winpe saya agar setelah saya membuat bootablenya di flash drive untuk komputer dengan archicture 32 bit pun bisa dapat berjalan sebagai contoh setelah saya buat bootablenya ke flash drive kemudian saya masukan flash drivenya pada komputer dengan architectur intel 32 bit seperti windows XP pada teman saya maka winpe nya dapat berjalan sehingga anda dapat melihat semua direktori  maupun subdirectori yang ada pada sistem window XP tersebut padahal saya membuat winpe nya mengunakan windows 7 dengan architecture intel 64 bit. Setelah anda selesai menentukan architecture dan destination (tujuan) direktori yang akan anda bangun winpenya kemudian press Enter

Setelah proses copype.cmd selesai langkah selanjutnya gunakan perintah copy untuk mengcopy wimpe.wim yang telah kita buat tadi, pada  drive:\destination\winpe.wim ke drive:\destination\ISO\sources  kemudian ganti dengan nama boot.wim

Setelah anda berhasil melakukan copy file, anda dapat melihatnya apakah pada subdirectory \ISO\sources apakah terdapat file wim yang telah dibuat tadi dengan nama boot.wim untuk melihatnya anda bisa gunakan perintah dir Example: dir d:Demo\ISO\sources

Pada tampilan di atas terlihat bahwa file boot.wim telah tercopy pada subdirectory d:\Demo\ISO\sources sekarang kita lanjut pada langkah berikutnya: Untuk langkah selanjutnya copy tools imagex.exe file dari folder Program Files\Windows AIK\Tools\architecture_hardware\imagex.exe ke directori winpe\ISO Example: copy ” c:\Program Files\Windows AIK\Tools\x86\imagex.exe d:\Demo\ISO

Langkah selanjutnya gunakan perintah oscdimg untuk membuat boot image ISO dari file yang telah disiapkan pada subdirectory  \ISO
Note: oscdimg mengunakan etfsboot.com
Membuat Boot sector image ISO dan membuat bootable
Contoh Syntax yang akan digunakan sbb:
-n = enableslong file names
-b(no space) = location of boot sector file
The command struture is:
oscdimg + boot sect source + source + target
Example: oscdimg -n -bd:\Demo\etfsboot.com  d:\Demo\ISO d:\Demo.iso

Setelah itu tunggu hingga complete 100 persen proses create ISO nya setelah complete anda lihat winpe yang anda buat tadi berapakah ukurannya apakah ukurannya 1 GB atau 2 GB silahkan anda melihatnya pada windows Explorer

Pada tampilan diatas terlihat bahwa ISO winpe yang telah kita buat tadi hanya berukuran 139.330 KB atau sekitar 140 MB Ukuran ini sangat kecil dibandingkan ISOnya.

Read more

0 Mounting File System

Jumat, 13 Juli 2012
Apa itu Mount?
Mount adalah perintah yang digunakan untuk membuka sebuah device yang akan digunakan. Di Linux, sebuah device disimpan sebagai folder di direktori /dev, dan untuk membukanya dilakukan proses Mounting yakni proses mengaitkan sebuah sistem device pada sebuah struktur direktori utama yang sedang dipakai. Device yang dimaksud disini adalah Hardisk. Penting diketahui tentang Penamaan partisi hardisk pada OS Linux, silahkan baca ini, Analogi Partisi dengan Struktur Direktory Linux.
Sebagai contoh saya akan mengaitkan sebuat flashdisk ke direktori /home/project55. Untuk lebih jelasnya lihatlah perintah dan hasil screen dibawah ini.
perintah dari : mount -t vfat /dev/sdb1 /home/project55

Bila /etc/filesystems tidak ada, atau berakhir dengan * tunggal pada baris terakhir, maka
mount akan membaca / proc / filesystem. Untuk lebih jelasnya lihatlah output dibawah ini.
perintah dari : cat /proc/filesystems | grep -v ^nodev

Sedangkan perintah untuk umount atau melepas kaitan partisi dengan filesystem maka perintahnya adalah.
perintah dari : umount /home/project55
setelah itu untuk menampilkan filesystem yang telah terkait dengan partisi, hal ini bertujuan untuk mengetahui partisi mana yang termount dengan filesystem. Untuk melihatnya lihatlah pada file /etc/mtab atau /proc/mounts.
perintah dari : nano /etc/mtab

Cara paling sederhana dan paling umum untuk melihat semua partisi yang termount adalah dengan mengetikkan perintah dibawah ini.
perintah dari : mount | grep /dev/sdb1

Kernel menyediakan info di /proc/mounts dalam bentuk file, tapi /proc/mounts tidak
ditemukan sebagai sebuah file di hard disk. Didalam file /proc/mounts digunakan untuk melihat informasi yang datang langsung dari kernel.
perintah dari : cat /proc/mounts | grep /dev/sdb

File /etc/mtab adalah file yang digunakan untuk melihat titik kait partisi.
  perintah dari : cat /etc/mtab | grep /dev/sdb

perintah df digunakan untuk menampilkan sisa ruang penyimpanan yang ada pada harddisk
berdasarkan partisi yang ada, cara penggunaan:
perintah dari : df

    Used menunjukkan jumlah yang sudah digunakan, Avail menunjukkan sisa ruang yang masih tersisa dan Use% menunjukkan prosentase ruang yang sudah digunakan.Perintah df dengan menambahkan opsi -h akan menampilkan hasil yang mudah dibaca.
perintah dari : df -h

Perintah du digunakan untuk melihat ukuran sebuah direktori tertentu. Contoh penggunaannya :
perintah dari : du

perintah diatas akan menampilkan daftar direktori yang ada di dalam direktori tempat dimana perintah itu dijalankan beserta dengan ukurannya masing-masing dalam kilobyte,contoh tampilannya :
Perintah du dengan menambahkan opsi -h akan menghasilkan tampilan yang lebih mudah untuk dibaca. Paramater -h diartikan sebagai human readable format. Ukuran file yang ditampilkan akan diakhiri huruf K untuk Kilobyte, M untuk Megabyte, dan G untuk Gigabyte.
perintah du -ah akan menampilkan tidak hanya ukuran direktrori tapi juga beserta daftar nama file dan ukurannya.
perintah dari : du -ah /home/rafika/Unduhan/

     ro “ro”(read only) hanya mengijinkan pengguna untuk membaca isi partisi tersebut, tidak dapat melakukan perubahan.
perintah dari : mount -t ext2 -o ro /dev/hdb1 /home/project55
perintah dari : touch /home/project55/test

     exec dan noexec “exec” memungkinkan pengguna untuk menjalankan binary atau file-file executable yang tersimpan pada partisi. sedangkan “noexec” sebaliknya.
perintah dari : mount -t vfat -o noexec /dev/sdb1 /home/project55/
perintah dari :  cp /bin/cat /home/project55/
perintah dari :  /home/project55/cat /etc/hosts
perintah dari : echo echo hello > /home/project55/helloscrip
perintah dari : chmod +x /home/project55/helloscript
perintah dari :  /home/project55/helloscript

nosuid – Menonaktifkan set-user-identifier atau set-group-identifier bit. This prevents remote users from gaining higher privileges by running a setuid program. Hal ini untuk mencegah pengguna jauh dari mendapatkan hak istimewa yang lebih tinggi dengan menjalankan program setuid.
perintah dari : mount -o nosuid /dev/sdb1 /home/project55/
perintah dari :  cp /bin/sleep /home/project55/
perintah dari : chmod +x /home/project55/sleep
perintah dari : ls -l /home/project55/sleep

Namun pengguna atau user tidak dapat memanfaatkan fitur setuid.

noacl – Mematikan semua proses ACL. This may be needed when interfacing with older versions of Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Linux, or Solaris, since the most recent ACL technology is not compatible with older systems. Hal ini mungkin dibutuhkan saat berinteraksi dengan versi Red Hat Enterprise Linux, Red Hat Linux, atau Solaris, karena teknologi ACL paling baru tidak kompatibel dengan sistem lama.
berikut daftar opsi mountin partisi linux:
- user dan nouser : “user” adalah opsi mount yang memungkinkan semua user biasa untuk me mount partisi, sedangkan “nouser” hanya mengijinkan super user (root) yang boleh melakukan mount partisi tersebut.
- rw : “rw”(read write) mounting partisi dengan akses baca tulis saja
- sync : opsi ini menentukan input dan output ke sistem berkas dilakukan serempak, misal saat me-copy file kedalam flash disk dengan opsi “sync” maka perubahan fisik dilakukan pada saat yang sama.
- async : berkebalikan dengan sync, saat melakukan copy kedalam flash disk dengan opsi “async” maka perubahan fisik dilakukan setelah perintah copy, dan jika anda melepas media tanpa unmount maka data yang anda copy bisa hilang.
- default : jika menggunakan opsi default maka yang opsi mount yang akan digunakan adalah “rw, suid, dev, exec,auto, nouser, and async”
- auto dan noauto : “auto” adalah opsi mount yang memungkinkan partisi di mount secara otomatis saat boot, sedangakan “noauto” sebaliknya, anda harus me mount secara manual setiap setelah booting.
Practice mounting partitions
1. mount atau kaitkan partisi yang berukuran kecil 200MB ke direkttori atau folder /home/project22. Gunakanlah perintah mount.
perintah dari : mkdir /home/project22
perintah dari : mount -t ext2 /dev/sdb1 /home/project22/

partisi yang berukuran kecil yang berukuran 200MB adalah partisi primari, namun kali ini dikaitkan dengan folder /home/project22. Jadi file yang berada di partisi /dev/sdb1 telah terkait di direktori /home/project22. Tapi secara fisik file tersebut berada di direktori /dev/sdb1.
2 . kaitkan partisi besar dengan ukuran 400MB ke direktori /mnt. Setelah itu salinlah file /etc ke dalam /mnt. Kemudian kaitkan partisi ke folder /srv/mfs/salesnumber. Dengan catatan direktori tersebut  telah ter-readonly.
perintah dari : mount -t ext2 /dev/sdc1 /mnt/
perintah dari : umount /mnt/
perintah dari : mount -t ext2 -o ro /dev/sdc1 /srv/nfs/salesnumber

Partisi yang berukuran besar dengan kapasitas 400MB adalah partisi primari, namun kali ini dikaitkan dengan direktori /mnt. Lalu opsi -r pada perintah cp fungsinya yaitu menyalin file /etc ke file /mnt dengan paksa, sehingga mau tudak mau file tersebut akan tersalin ke direktori /mnt. Sedangkan untuk mengaitkan partisi dengan folder yang readonly caranya lihat pada gambar diatas. Untuk membuktikkan kalau folder tersebut terreadonly, coba buat atau salinlah sebuah file di direktori yang tereadonly tersebut. Maka yang akan muncul pesan “Read Only file system”.
3. Cek atau konfirmasi pekerjaan yang anda lakukan untuk melihat hasil pekerjaan anda. Ada tiga perintah untuk menampilkannya yaitu, fdisk -l, df-h, mount. Disini saya menggunakan perintah df -h.
perintah dari : df -h

Dengan perintah ini kita bisa melihat persentase ruang kosong dari device atau partisi yang terkait di direktori /srv/nfs/salesnumber, untuk melihatnya lihat pada field Use%. Perintah df -h tidak hanya menampilkan persentase ruang kosong.  Untuk melihat semua partisi yang termount, lihatlah pada file /etc/mtab. Dalam kasus ini partisi /dev/sdc1 yang telah di mount.
perintah dari : nano /etc/mtab

4. buatlah mount permanen pada file system yang telah dibuat tadi. Tambahkan baris berikut pada file /etcfstab.
/dev/sdc1 /home/project22 auto defaults 0 0
/dev/sdb1 /srv/nfs/salesnumbers auto defaults 0 0
perintah dari : nano /etc/fstab

untuk membuat mount permanen kita tinggal menambahkan kedua baris tersebut paling bawah. Penjelasannya lihatlah tabel berikut.
5. apa yang akan terjadi ketika kita membuat titik kait file system pada suatu folder atau direktori yang berisi beberapa file?
perintah dari : mount /dev/sdb1 /home/coba

setelah kita mengkaitkan file system dengan direktori yang berisi file, maka file yang berada di direktori tersebut akan tersembuyi dan yang akan tampil adalah seperti gambar diatas. Namun ketika kita melepaskan kaitan file system dengan folder atau direktori tersebut, maka file yang ada di folder tersebut akan terlihat. Dalam kasus ini saya menggunakan folder coba yang terletak di /home, yang sebelumnya saya telah buat.
6. Apa yang akan terjadi ketika kita mengaitkan dua file system dengan satu titik kait yang sama.?
perintah dari : mount /dev/sdb1 /home/coba
perintah dari : mount /dev/sdc1 /home/coba

dalam hal ini untuk mengaitkan dua file system dengan titik kait yang sama maka akan terjadi adalah dalam file mtab, hanya fstab terakhir yang terlihat atau yang di cetak. untuk lebih jelasnya lihatlah gambar dibawah ini.

Nonaktifkan Automount External Drive

Salah satu tujuan dinonaktifkan automount karena sering kali menggangu kerja dengan terbukanya File manager (Nautilus) pada window baru. Menonaktifkan automount pada external drive seperti hardisk-portable, flashdisk dan USB storage yang lainnya dapat dilakukan dengan beberapa cara berikut:

Nautilus File Management

File Management secara default tidak ditampilkan, maka pertama diedit dulu biar bisa tampil di menu System.
Buka System → Preferences → Main Menu. Masuk ke Preferences (kolom kiri) kemudian beri tanda contreng pada File Management (kolom kanan).
Buka System → Preferences → File Management (gambar NA.1)

Buka tab Media (paling kanan), perhatikan gambar NA.2 di bawah ini.

Ubah setting pada Never prompt or start programs on media insertion dan hilangkan contreng pada Browse media on inserted (gambar NA.3)

Configuration Editor

Configuration Editor secara default tidak ditampilkan, maka pertama diedit dulu biar bisa tampil di menu Applications.
Buka System → Preferences → Main Menu.
masuk ke System Tools (kolom kiri), kemudian beri tanda contreng pada Configuration Editor’ (kolom kanan).
Buka Application → System Tools → Configuration Editor sehingga muncul window seperti gambar NA.4

Masuk ke /apps/nautilus/preferences/ beri tanda contreng pada media_autorun_never. media_automount serta media_automount_open hilangkan tanda contrengnya (gambar NA.5).

Terminal

Tekan kombinasi tombol keyboard alt+F2, kemudian ketik gnome-terminal lalu enter.
Lanjutkan dengan perintah di bawah ini.
* $ gconftool-2 --set "/apps/nautilus/preferences/media_automount" --type bool false
* $ gconftool-2 --set "/apps/nautilus/preferences/media_automount_open" --type bool false
* $ gconftool-2 --set "/apps/nautilus/preferences/media_autorun_never" --type bool true
Keterangan:
Baris yang diakhiri dengan \ berarti satu baris yang bersambung.
Untuk memastikan fungsi Automount External Drive tidak bekerja colokkan usb flash drive yang anda miliki.
Read more

My Blog List

Sample text

Ads 468x60px

Featured Posts

-

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Our Partners

Resources

kalender